LANJUTAN Sessi 2 (Catatan Manis Kemwil 2012_

Lanjutan…….

Jumat, 5 Oktober 2012

“Ustadz mau bicara kepada kalian tentang hal yang sangat penting…” nampak anak-anak mulai serius memperhatikan. Mungkin mereka bertanya apa ada hal serius kah.. sehingga Ustadz Zuzu nampak berat perkataannya…

“Kalian tahu to… kenapa Ustadz telat ngajar kalian….”

“ya… benar… Ustadz dipanggil Kepala Sekolah dan berbicara tentang sesuatu hal besar dan penting bagi tim ini.” Nampak mulai serius wajah anak-anak tim kemwil 2012 penuh tanda tanya.

“Mungkin… Ustadz tidak lama lagi mengajar kalian… atau… berhenti dan tidak mengajar kalian lagi. Setidaknya hanya 10% peluang ustadz bersama kalian.” Tampak terhenyak. Terdiam.. dan tertunduk lesu.

“ Oleh karena itu sebelum berpisah dan kalian juga bisa fokus dengan ujian mid, Ustadz pamit dan minta maaf kepada kalian dan orang tua kalian atas kehilafan ustadz..” “Maafkan ya…” semua diam tanpa suara.

Siang itu latihan tetap diakukan. Namun nampak hampa. Tak ada gairah lagi.Ada juga yang cuek aja. Zuzu juga sangat siap ketika pihak sekolah harus melepas. Harus legowo. Mungkin itu yang disebut profesional. Ditengah “pemecatan” masih juga mengajar.

Tidak tahulah kondisi mereka sewaktu latihan selesai dan waktu dirumah. Yang jelas Zuzu segera meninggalkan mereka. Sedih…

Sudah kurang 1 bulan Zuzu harus meninggalkan anak-anak yang lagi semangat-semangatnya. Rasanya sayang. Tinggal sedikit. Tapi… itulah profesionalitas seorang pelatih. Harus siap di berhentikan sewaktu-waktu jika memang bos tidak mengkendaki.

Zuzu mencoba memantapkan hati dan menguatkan. Agar tidak hanyut dalam kesedihan. Mereka anak2 kemwil sudah luar bisa. Dulu diawal latihan mereka sudah Zuzu janjikan. Bahwa suatu saat mereka pasti bisa mengalahkan SPANDA. Ya… Suatu saat ketika mendekati Kemwil.

Dan itu sudah napak tanda-tandanya. Semaphorenya Ghiza sudah layak bertarung di level SMP sekalipun. PBB sudah kian mantap. Pionering juga tak kalah cepat,  kuat dan rapi.

Waktu itu semua teknik kepramukaan terutama untuk lomba sudah dikuasainya. Subhanallah…

Padahal cukup singkat lho.. mingkin total Cuma 2 bulan dan hanya 3 kali sepekan. Kalau bukan karena rahmat Allah dan doa-doa dari mulut mereka dan orang tua mereka, rasanya itu tidak mungkin. mustahil

………………

Teringat masa dimana Zuzu sekitar 3 tahun lalu, yakni Desember 2009 . dihadapan tim Inti  SPANDA bahwa Zuzu menyatakan mundur. Waktu itu LT3 Kota Semarang. Pinru Putra Kak Faiz dan Pinru Putri Kak Widya. Mereka angkatan ke 2 Spanda. di Markas TNI Banteng Raider Semarang samping Masjid, tepatnya setelah tenda dan gapura putra disapu badai dan lomba hampir usai, zuzu mengumpulkan mereka.

“Adik-adik… Ustadz tahu bahwa ustadz tidak berhasil melatih kalian… tidak mampu menjadikan kalian tim juara. Pantas… semahore kalian kalah. Bahkan untuk tampil lomba PBB kalian Mlinder dan tidak berani tampil….

“itu bukan kesalahan kalian… itu kesalahan Ustadz selaku pelatih. Oleh karena itu, hari ini ustad mau pamitke kalian… ustadz tidak pantas mengajar kalian lagi”.

“ maaaf… apa bila ustadz tidak bisa membawa kalian menjadi juara.”

Hening…. suasananya… ada yang mulai menunduk, menangis, dan… lunglai… sesenggukan.

Zuzu berulangkali meminta agar mereka tabah. Tapi justru mereka tambah sedih… menangis

Dan… puncaknya….

“bangun… Bangun… Bangun… Ini hanya bercanda….” Zuzu menepuk punggung mereka sambil berlari…puas ngerjain mereka.

Anak2 terhenyak dan keketika itu ada yang langsung mengejar Zuzu dan tertawa sambil menangis…

Hehehe… Kena kalian.

……..

Atau waktu masanya angkatan ke 3 yang pinrunya putra Musa dan Putri Zahra. Hampir mirip.

Diruang kelas bawah dekat kantor…. Zuzu menyampaikan maaf dan mohon restu untuk mundur karena sudah cukup lama dengan SPANDA. Namun sebelum mundur  zuzu recuest lagu “Syukur” untuk mengiringi kepergian Zuzu. Sebelumnya sudah ada kerjasama dengan pembina lain sih… akan hal ini…

Kenapa lagu “Syukur”….?  Waktu dulu Zuzu SD, pernah di tinggal pelatih faforit Zuzu. Nah lagu pengiringnya adalah lagu itu. Zuzu menangis sampai bahkan dirumah terus menangis. Mirip Widya SPANDA 2012  ketika ditinggal Zuzu. Nangisnya dilanjut di rumah.hehe..

Dan… benar… Hujan tangis pun terjadi. Baik perempuan maupun laki-laki terhanyut dalam tangis. Sedih.. mereka menyampikan pesan dan kesan ke Zuzu sambil menangis. Ingat benar zuzu melihat Musa, Udin, Riris dsb menangis sambil bicara kayak anak kecil. Sesenggukan…  Zuzu menahan tawa, tapi ditelan rapat-rapat. Acting Zuzu dan Ustdzah Ida cukup sempurna.

Akhirnya… Zuzu keluar kelas meniinggalkan mereka Tim Inti Spanda yang sedang menangis. Dan… Tiba tiba… Kami Pembina mengambil Air dan menyiram mereka…. Dah… bangun…. Acting selesai.

Lalu kami saling siram-siraman air. Puas…

Tim Kemnas 2012 Juga pernah juga “ dikerjain “ Zuzu. Bahkan durasi aktingnya cukup lama.  sekitar 1 pekan. Sehingga mereka mengalami “sakit” sekitar satu pekan lamanya.

Hehehe… jahil Juga ya… ndak kok. Maksudnya baik. Ini teknik aja agar Zuzu mengetahui, sejauh mana hubungan emosional antara pelatih dan yang dilatih. Subhanallah… mereka dari tahun ke tahun anak SPANDA menyatu dengan pelatihnya. Mungkin sudah 100 piala lebih mereka dengan Zuzu dapatkan selama 4 tahun. 2 Juara Umum Nasional 2012, 1 Juara Umum Kemwil 2010, 1 Juara Umum Kota 2011 dan sebagainya. Ini murni karena Allah berkehendak untuk SPANDA dan Zuzu. Itulah sebabnya anak2 mantan tim Inti Spanda masih menyatu di Kelompok SAMUDA (Senior Pramuka Harapan Bunda) yang tiap ramadhan ada pertemuan besar Alumni Tim Inti SPANDA.

…………………………..

“ah.. aku tahu ustadz… Ustadz paling Cuma main main pingin mundur…” kata Ginta. “ Kok kamu tahu…” “ya tau dong. Dari kakak kakak dulu juga demikian.” Zuzu hanya senyum aja. Pedih campur kasihan. Ini serius kok dianggap main-main. Mungkin ini buah simalakama. Dulu ngerjain, begitu yang asli, sudah tidak dipercaya.

Tim Kemwil 2012 cuti latihan karena Mid Semester. Cukup tenang tanpa terganggu kesedihan. Karena mereka mungkin dapat bocoran bahwa Zuzu suka ngerjain seperti itu. Tapi mungkin yang tidak tahu, masih bersedih.

Terbayang kehebatan mereka beberapa hari yang lalu yang berhasil menyabet 5 piala dari SMP 3 Mranggen. Ya… benar. Mereka melawan Anak SMP 3 mranggen yang sangat disegani di level Jawa Tengah untuk kepramukaannya. Namun mereka bisa menerobos dan bahkan mencapai prestasi mengejutkan: juara pertama putra dan putri (Semaphore dan Morse), Juara kedua Putra dan Putri Pionering dan Juara kedua PBB Putri. Subhanallah. Membanggakan… padahal jujur… zuzu menghendaki mereka kalah lho… kenapa?— Biar mereka dapat merasakan pahitnya kekalahan. Sama… ketika tim Kemnas 2012 SPANDA waktu di Kejuaraan yang sama 2011 di SMP 3 Mranggen. Prestasinya kebalikan. Mereka babak belur. Culun, ingah-ingih… dan pokoknya memalukan. Mereka nyaris menjadi juru kunci. hampir kena hukuman di guyur air. Untung mereka tidak juru kunci. Namun pulang tanpa piala. Tapi… malu dan memalukan.  luar biasa. Mungkin mereka sekarang tersenyum malu atau tertawa lebar ketika membaca tulisan ini sambil membayangkan masa itu. Begitu “Klowornya”. Hehehe… Namun… Itulah yang Zuzu Harapkan. Pahit di Awal namun Setelah itu…  Juara Nasional 2012 setelah menempanya 1,5 tahun. Membanggakan….

Cerita Indah akan kesuksesan Kemwil 2012 bersama tim yang lain dan warna yang lain nyaris pupus…

………………

“Bismillah… Hirrahmaa… Nirrahiimm.” Suara dering ringtone hanpone Zuzu berbunyi. “ Assalamu’alaikum…” “ Wa’alaikum salam ustadz.. Ini bu Lusi dari Harbun.” “ Oo…Inggih bu… Ada apa?”. Ada perasaan berkecamuk. Diberhentikan….” Setelah kami syuro kan… Alhamdulillah. Ustadz masih dipertahankan di SDIT Harapan Bunda Sampai Kemwil 2012”. “Subhanallah… Insyaallah siap Bu…” sirna sudah gundah. Yang ada adalah tatapan optimis bahwa akan ada sejarah baru. Gelar juara di tim dengan kelas yang berbeda (kayak tinju aja). Insyaallah.

Bismillah… Setelah Iedul Adha…. Genderang Perang ditabuh. Tryout dirancang. Target untuk mengalahkan Tim SPANDA masih dicanangkan. Walau agak gentar melihat PBB mereka luar biasa. Namun bismillah… pasti dan harus bisa mengalahkan mereka.

…………………………… (Udah dulu ya… )

Bersambung….. Tulisan ini khusus buat murid-murid Zuzu Tercinta: Rosella Ungu, Walet Putih, Zinnia dan Musang dan Samudra.

CATATAN MANIS KEMWIL 2012

JANUARI 2012

15 januari 2012 “Sudah saatnya ustadz berpisah dengan kalian. Dengan sekolah ini yang telah membesarkan nama Ustadz di Pramuka.” Terimakasih dukungan dari semua pihak sehingga kami bisa meraih prestasi ini. Ustadz hendak pamit kepada kalian…salam sayang untuk semua murid-murid ustadz, baik yang masih aktif, maupun yang telah lulus. maafkan ya…”  itulah petikan pidato singkat Zuzu usai menuai tinta emas menjadi Juara Nasional Pramuka SIT 2 di Jakarta, regu Putra dan Putri. Zuzu mengatakan akan konsentrasi ke pesantrennya dan berhenti menjadi pelatih. walau berat meninggalkan mereka.  4 tahun bukan waktu yang sebentar.  duka ceria, tangis, tawa bahkan menitikkan air mata. Sungguh  pengalaman yang luar biasa. Apalagi ditutup dengan prestasi yang mengesankan. Apa ini memang harus terjadi dalam drama kehidupan Zuzu..?.wallahu ‘alam.

Derai air mata duka menyelimuti langit Spanda waktu itu. Sakiiit… setelah bahagia. Aneh tapi nyata. Zuzu mohon maaf yaa… tidak bisa lagi membersamai kalian lagi.

“Ustadz… siapa yang nglatih kami lagi….”

“Bahkan kami belum pernah di dampingi dlm lomba…”

“kami sekelas terus menangis ustadz.”

“ Kembali ya Ustadz…”

“ jangan tinggalkan kami yaa…”

“Siapa lagi yang dampingi kami di Kemwil…”

“Katanya Ustadz siap dampingi adek2 pertahankan Juara Umum di Kemwil..?”

“Tega ya… Ustadz.”

Zuzu…”Yang kalian rasakan sama dengan yang ustadz rasakan. Pedih dan teriris. Tapi, Mungkin suatu saat ustadz akan kembali. Itu kata hati ustadz. Tapi tidak sekarang ya dik… biarkan ustad menunaikan tugas yang sudah di depan mata ini… Ustadz masih cinta kok dengan almater kalian. Karena almamater ini ibarat tim sebakbola yang disegani dan legendaris. Sangat bergengsi. jika dipercaya menjadi pelatihnya tentu semua pelatih akan tersenyum bangga. Selamat tinggal semua cinta dan cita…”

 

Mei 2012

5 bulan sudah Zuzu istirahat dari kepelatihan. Namun tak jarang masih “say hello” dengan mereka.. anak-anak SPANDA. Ndak tau. Kok masih merasa bahwa mereka adalah murid2 terbaik Zuzu ya.. masih tidak bisa melupakan saat-saat mereka menangis haru karena menjadi Juara nasional. Atau teringat juga ketika pengumuman kami menjadi juara PBB kami sujud Syukur namun salah kiblat… hehehe.. sehingga di ulang. Kami merayakan kemenangan di lapangan Cibubur Jakarta dengan sangat sempurna. Bernyanyi, menari, berfoto, dan tak lupa sujud syukur diatas lumpur… luar biasa.

April 2012 Zuzu istikhoroh. Semangatnya untuk melatih kembali tumbuh. Setelah melakukan pertimbangan yang matang, seiring dengan adanya even Kemah Wilayah Se Jawa tengah dan DIY November 2012, maka Zuzu putuskan untuk siap turun gunung lagi (hehe…. rumah Zuzu emang Gunungpati)

Bismillah cari tantangan di tingkat SD ah…. Karena persaingan dan tantangan lebih besar daripada level SMPkali… Beberapa SD ternama di Ibukota Provinsi ini pernah menghubungi dan tertarik utk menggaet Zuzu (hehe… sok mahal aja nich..).

Namun sejatinya dalam hati kecil Zuzu ingin kembali dengan Spanda. Ya.. Mempertahankan Juara umum yang dua tahun lalu berhasil diraih di Prambanan 2010. Maka walau secara tidak langsung, Zuzu “menawarkan diri” utk kembali melatih. Namun……. tidak ada respon… dingin…

Sudahlah… mungkin mereka punya rencana lain, pelatih lain atau target lain. (harus ndak boleh su’udzon). Memang sih… Zuzu ndak ada apa-apanya. Semua juga bisa melatih tim yang sudah bagus itu….

Akhirnya Zuzu menyepakati utk menjadi pelatih SDIT Harapan Bunda Semarang. Awal Bulan Mei 2012. Bismillah…

SELEKSI TIM.

Zuzu didampingi asisten pelatih Pak Dani, Pak Arif dan Pak Agung dan dimanageri Bu Tami, kami saling bahu membahu menyusun kerangka tim. Sehingga di sepakati hanya akan mengambil kelas 4 SD saja. Alasannya simple… biar mudah mengaturj jadwal latihan.

Sehingga mulai pekan ke dua sampai akhir jelang Ujian Kenaikan kelas, Zuzu menyeleksi calon penghuni TIMNAS SDIT Harapan bunda utk berlaga di KEMWIL 2012. Yang mendaftar fase knock out untuk putri 20 anak dan putra 16 anak.

2 Sesi pertemuan Zuzu gunakan untuk melihat performance masing-masing anak. Dari cara berdirinya ketika baris, suara ketika menyiapkan barisan, akhlaknya dan sebagainya. Semua terukur dan tercatat. Di pertemuan ketiga yang diadakan di Mijen sewaktu mereka berkemah adalah puncak penilaian. Sehingga yang pada waktu itu tidak ikut kemah,  langsung gugur. Penilaian ini juga dibantu oleh Kakak-kakak SMPIT Harpan Bunda mantan Juara Kemnas 2012. Luar biasa mereka. Sangat berbakat meneruskan Zuzu kelak di kemudian hari. Ada wiyan, afiyan, dimas, ema, andini, icha dll. Salut untuk mereka. Trimakasih yaa…

Bismillah…Dari hasil seleksi itulah calon Juara Umum lahir… Subhanallah. Bahkan Zuzu sangat mendengarkan masukan dari anak2 SMP tersebut. Sekali lagi… mereka Juara Kemnas 2012 adalah tim tersukses sepanjang karier Zuzu. Hebat ya mereka…

Jelang diadakan ujian kenaikan kelas, kompisisi tim Kemwil SDANDA ( sebutan tim SDIT Harbun) sudah diumumkan. Terpilih 12 anak putra 12 anak putri. Setelah itu mereka fokus ujian….

 

MASIH PUNYA ASA UNTUK KE SPANDA.

Pada sekitar April-mei 2012 sebenarnya Zuzu masih punya keinginan kembali ke SPANDA. Zuzu mennyatakan keinginan tersebut baik langsung maupun tidak langsung di hadapan murid-murid, guru bahkan kepala sekolah. Ada rasa tanggung jawab besar bagi diri Zuzu…  mempertahankan Juara Umum 2010 lalu yang Zuzu ada didalam tim tersebut. Namun tidak ada respon baik dari sekolah. Zuzu kemudian memberi batas waktu…. Jika bulan mei 2012 belum ada kejelasan… maka boleh Zuzu berkata say goodby… Zuzu tidak menarik lagi bagi Spanda. Zuzu dah tidak dipakai… Alhamdulillah. Berarti sudah ada alih tanggungjawab untuk pertahankan gelar…. Juga bisa fokus merajut tatangan bersama tim baru… tim SD yang mungkin dua atau tiga kali lipat pesaingnya. Bismillah… tapi sakit juga sih… dikit… yaa dikit sekali.

 

JUNI-JULI 2012

Didampingi SPANDA Alumni Kemnas 2012 Zuzu menggembleng mereka, anak-anak SD Harbun, mengajari mereka cara dasar baris,kedisiplinan, apa arti sebuah kemenangan dan sebagainya. Heroik. Juga dasar-dasar kepramukaan seperti, tali-temali, morse, semaphore. Sungguh diperlukan konsentrasi dan kedisiplinan tingkat tinggi. Karena jika tidak demikian mungkin hasinya akan sulit disamakan dengan dengan tim juara lainnya. Suhanallah… mereka menjalaninya dengan sangat luarbiasa. Tepat waktu jika latihan, fokus dan semangat.

Awal Sebuah Ujian….

Juli 2012… setelah pihak sekolah SPANDA mengetahui bahwa murid-murid tebaik mereka mengajar di SD… muncul kebijakan yang menyedihkan. Mereka dilarang melatih SDANDA lagi. Alasannya biar fokus ujian. Fokus ujian…? masak to… kan masih lama… mereka kan juga alumni SDANDA. Masak utk membantu membuat adek-adek almaternya juara kok tidak boleh… pada kenyataannya Tim Kemnas Juga sudah tidak dapat tempat untuk melatih tim Kemwil 2012.. trus maunya gimana ini…(tersimpan rapat di hati) apa karena Zuzu berhianat…(Naudzubillah…) astaghfirullah… jadi ghibah… sudahlah… disyukuri aja.

Walaupun sebagian anak-anak Kemnas mempertanyakan kebijakan dan menolak… namun Zuzu bersikap profesional. “ Sudahlah dik… ikut aja keputusan sekolah… Ustadz ndak papa kok. Mulai sekarang kalian dak usah kesini lagi…”

“Tapi Ustadz… Kami juga tidak di pakai lagi di Spanda.” “Iya ustadz.. mosok membantu adek2 SD ndak boleh..” Sekolah dak adil…” itu keluh mereka. (Kalian memang anak didik Zuzu yang luar biasa. Sehati, senasib dan sepenanggungan… kelak akan Ustadz persembahkan Juara Umum SD kepada kalian. Kalian akan berfoto bersama piala juara umum. Ya..Juara Umum SD di kemwil 2012 tentunya… Insyaallah).

 

September – Awal November 2012

Setelah libur panjang ramadhan dan lebaran, tim kembali berlatih. Tim putri di komandani oleh Ghiza dan yang putra masih silih berganti (belum ada leadership yang mantap). Hari-hari latihan hanya sendiri tanpa ditemani adek2 Kemnas rasanya beda. Pokoknya beda aja. Tapi Zuzu terus dan terus bekerja dengan scedule yang ketat.

“Ustadz… apa dulu ustadz pernah melatih SD?” belum bu…”(jawab Zuzu ketika ditanya orang tua tim). “Ustadz… anak SD beda lho sama SMP.. jadi mohon jangan terlalu padat latihannya…?”

“Ustadz… Kalau tidak Juara umum gimana…” Zuzu menjawab dengan senyuman saja ketika Kepala sekolah bertanya. (dalam hati… Zuzu meminta menjadi Juara umum bukan kepada makhluk kok… tapi yang menciptakan makhluk yakni Allah SWT. Pasti permintaan kami dikabulkan. Kami akan terus “Ngeyel” untuk meminta kepada Allah agar menjadi  Juara Umum.”

“Ustadz… kok anak saya pulang terlambat… kalau ada perubahan jadwal ya harus kasih info dong… jadi tidak merugikan orang lain…”

“ Ustadz… jangan forsir tenaga mereka dong… mereka masih kecil…mosok tiap hari mereka latihan”

Itulah sekelumit tantangan Zuzu waktu itu. Sementara anak-anak enjoy aja… aneh…

 

Awal Oktober 2012

Sejatinya ini tidak pantas di ceritakan. Namun tidak asyik cerita ini dinikmati tanpa ada episode ini.

Zuzu nyaris mundur dari SDANDA lho… kenapa…?

Memang ada kesalah pahaman antara sekolah dan ZUZU tentang faktor non teknis (secret). Zuzu mengatakan akan sangat legowo jika hari ini Zuzu tidak diperpanjang kontrak melatihnya dan akan membantu mengalih tugaskan kepada yang nanti ditunjuk. Zuzu minta 2 hari utk ada keputusan…

 

Bersambung….

HAFAL AL QUR’AN USIA SD…BISA!

Semangat ini sedang kami gelorakan dalam mengawali rancangan SD Penghafal Al Qur’an Rijalul Qur’an. dalam tempo 6 tahun usia SD anak2 direncanakan sudah bisa hafal Al Qur’an dan fasih membaca Al Qur’an. Juga menuasai teknik belajar Al Qur’an metode Hanifida dengan menghafal Ayat, Nomor ayat serta Artinya di Juz 30.

Pada Kelas 1 semester 1 siswa akan di drill utk dapat membaca dengan fasih sebagai persiapan menghafal di tingkat selanjutnya. Setelah itu kelas 1 semester 2 mulai menghafal Al Qur’an sampai kelas 6 semester 1 dengan target minimal 3 Juz tiap semester. sehingga kelas 6 semester 2 siswa telah hafal Al Qur’an 30 Juz.

dengan semangat ini mudah-mudahan masyarakat dapat memiliki kader yang sejak dini hafal dan paham Al Qur’an.

tak ada kata tidak mungkin dalam usaha kebaikan. ikrarkan menjadi pelayan bagi yatim dan dhu’afa setiap saat. do’akan kami agar Istiqomah.

Selamat… SDPA Untuk Indonesia

Kalau mendengar cerita paska serangan/invasi Israel ke tanah suci Palestina 2009 bahwa setelah sekitar 1000 syuhada dimakamkan di bumi Palestina, maka lahirlah 3000 anak Penghafal Al Qur’an di Wisuda menjadi Hafidz Al Qur’an. Subhanallah.

Keberkahan palestina dan kekuatan fisik dan mental mereka menghadapi agresi militer Zionis pasti tidak lepas dari banyaknya Para Penghafal Al Qur’an di Situ. setiap keluarga pasti minimal ada satu orang yang Hafal Al Qur’an.

Bagaimana Indonesia…?

Indonesia Pasti dan Harus bisa… dengan Izin Allah SWT

Tanggal 28 Desember 2912 lalu kami telah berkomitmen. Insyaallah Juli 2012 akan lahir SD Penghafal Al qur’an Rijalul Qur’an di Bumi Indonesia. Kesepakatan ini tertuang dalam suro yang diikuti oleh Ust. Zulfa Hakim, SHI, Adv, Nitha Rahayu, S.Pd, Verta Novana S.Pd, dan Dinaryati Suci, S.Pd.

SDPA ini difokuskan untuk mencetak Penghafal Al Qur’an sejak usia SD 30 Juz dari kalangan Yatim dan Dhu’afa. Mereka dibabaskan dari seluruh biaya, baik biaya makan makan maupun sekolah.

maksud dari program ini adalah agar mereka anak2 yang terbiasa hidup sederhana mampu memiliki potensi luar biasa yaitu Hafal Al Qur’an.

Mohon doa restunya agar kami bisa menyiapkan program ini dengan sempurna dan mendapat team work yang lurus dalam niatnya. Selamat datang SDPA RQ…

Ujian Hafalan Semester Gasal 2012

Setelah menjalani masa menghafal selama 5 bulan, Seluruh Santri Sekolah Penghafal Al Qur’an (SPA) Rijalul Qur’an menjalani 1,5 Bulan persiapan Ujian. Sedangkan ujian kali ini dilaksanakan pada hari Senin – Sabtu; 17 – 22 Desember 2012 di Pondok Pesantren Gunungjati Ba’alawie, Gunungpati, Kota Semarang.

Ujian yang dilaksanakan selama 1 pekan ini diikuti oleh 20 Santri. Tujuan dari pelaksanaan ujian Hafalan Al Qur’an adalah untuk mengetahui seberapa kuat hafalan mereka dan seberapa tangguh mental mereka jika disima’ oleh orang lain.

Adapun Pesertanya yaitu;

1. M. Hasan Mu’iz A. ( Demak). Kelas 3 MTs. = 30 Juz

2. M. Afi Ma’sum (Demak) Kelas 3 MTs = 30 Juz

3. M. Kholilurrahman (Semarang). Kelas 2 MTs = 22 Juz

4. Furqon An Nurrahman (Klaten). Kelas 2 MTs = 17 Juz

5. Hammas Syahid A (Pemalang) Kelas 2 MTs = 11 Juz

6. Muslihun (Batang) Kelas 1 MTs = 15 Juz

7. M. Azka Taufiqurrahman (Grobogan) Kelas 1 MTs = 10 Juz

8. Ahmad Fauzi (Batang) Kelas 1 MTs = 7 Juz

9. Azam Mulhak R. (Pemalang) Kelas 1 MTs = 6 Juz

10. Aprilian Adi S (Semarang) Kelas 1 MTs = 6 Juz

11. Abdullah Akram (Pekalongan) Kelas 1 MTs = 5 Juz

12. M. Muslich Abdul Rozaq (Tegal) Tahassus = 6 Juz

13. Muhammad Ziya’ul Haq (Semarang) Tahassus = 4 Juz

14. M. Choirul Alvin (Semarang) Tahassus = 3 Juz

15. Yusuf Azzam A (Demak) Tahassus = 2 Juz

16. Panca Aditia (wonogiri) Tahassus = 2 Juz

17. Kholid Saifullah (Purworejo) Tahassus = 1 Juz

18. Ibrahim Ihsan B (Semarang) Tahassus = 1 Juz

19. Riyanto Sugalih (Purorejo) Tahassus = 1 Juz

20. M. Bisri Mustofa (Kab. semarang) Tahassus = 1 Juz.

Hari ini, mereka sedang sibuk memperbaiki hafalan-hafalannya di sudut-sudut ruangan, di halaman, di baah pohon, di sawah, di gubug dsb. ada juga yang saling menyimak hafalan. kesemuanya agar mereka benar-benar siap baik mental maupun kualitas bacaannya.

Semoga kerja keras mereka dan doa mereka memudahkan dalam ujian mereka 2 pekan lagi